Cultivating Fry

Masa Inkubasi, Penetasan Telur dan Pengembangan Burayak

Telur Maskoki yang disuburi, akan memiliki membran yang cepat menyerap air dan menjadi bulat berisi. Ketika telur tampak berwarna kuning cerah dan sedikit transparan, telur Maskoki tersebut sedang memasuki tahap perkembangan embrio. Sedangkan telur Maskoki yang tidak disuburi akan menjadi butek dan berwarna seperti susu. Telur ini tidak akan bisa menetas.

A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Inkubasi

Periode inkubasi dan tingkat darurat penetasan diakibatkan oleh luasnya lingkungan hidup ikan, terutama oleh temperatur lingkungan air. Telur Maskoki bisa menetas jika berada dalam lingkungan air dengan temperatur antara 18 sampai 30 derajat Celcius. Kisaran antara 18 sampai 22 derajat Celcius sudah terbukti sebagai kisaran temperatur yang paling optimal. Di bawah dari kisaran ini, telur Maskoki yang sudah dibuahi dapat menyingkirkan membran dalam waktu 3-4 hari. Masa inkubasi akan berlangsung lebih lama jika temperatur dingin, dan masa inkubasi akan berlangsung lebih singkat jika temperatur hangat. Masa inkubasi yang terlalu lama atau terlalu singkat akan berbahaya bagi calon burayak Maskoki. Sebab hal ini bisa meningkatkan peluang burayak Maskoki untuk menetas dalam keadaan fisik yang cacat atau memiliki daya tahan hidup yang rendah. Dalam masa inkubasi ini, gangguan temperatur yang ekstrim akan mendatangkan bencana bagi telur-telur Maskoki – kebanyakan telur akan rusak dan burayak akan mati. Selain temperatur yang sesuai, oksigen yang terlarut dan tingkat pH yang cocok merupakan faktor lain yang turut mendukung masa inkubasi ini.

B. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Selama Masa Inkubasi

Pindahkan telur-telur yang sudah dibuahi ke kolam khusus inkubasi 1-2 hari setelah pemijahan. Sementara itu, pertahankan perubahan siklus temperatur air di kolam ini agar tidak melebihi kisaran 2 derajat Celcius. Pastikan kolam dan air tetap segar dan kaya akan oksigen. Singkirkan hewan atau benda yang dapat mengancam kelangsungan telur-telur di kolam ini. Selama masa inkubasi, pastikan setiap telur terbenam di dalam air.

Jangan memindahkan burayak yang baru menetas dari kolam ini, paling tidak 1-2 hari setelah kuning telur habis dimakan dan burayak dapat berenang dengan bebas di kolam. Selama masa inkubasi ini, jangan mengganti air dan jangan mengaduk air; untuk mencegah efek buruk pada telur dan burayak (cacat atau bahkan mati).

C. Pemeliharaan Burayak

Pindahkan burayak dari kolam khusus inkubasi, burayak harus mendapatkan asupan makanan secara bertahap mulai dari endogen sampai eksogen. Jadi ini adalah saat yang penting untuk memberikan pemeliharaan bagi burayak agar tumbuh kuat, mengenalkan burayak pada lingkungan air segar, serta memberikan pakan yang cukup.

Pemberian pakan dimulai sejak burayak dipindahkan dari kolam khusus inkubasi. Plankton hasil budidaya ataupun plankton alami adalah makanan pertama yang terbaik bagi burayak. Pakan buatan juga bisa diberikan sebagai pengganti menu utama. Setelah burayak berusia satu minggu, berikan pakan belut sebanyak 6 sampai 7 kali dalam sehari. Pemberian pakan diawali dari tepi kolam hingga ke tengah kolam secara perlahan. Ingat, jangan memberikan pakan secara berlebihan. Selain itu, harap dipahami bahwa pakan pun berpotensi membuat polusi air di samping mendukung kesehatan dan daya hidup burayak. Selama minggu kedua, daphnia (kutu air) bisa diberikan sebagai pakan; 3 sampai 4 kali dalam sehari. Pada minggu ketiga, burayak akan beranjak menjadi besar. Cacing darah cocok sebagai pakannya. Pada masa ini, berikan pakan sebanyak dan secukupnya; sebab inilah fase paling vital dimana burayak berkembang.

Kualitas air jangan sampai terabaikan dalam tahap pemeliharaan burayak ini. Pastikan air selalu segar dan sehat. Usahakan untuk mengembangkan jamur pembantu dalam fase ini. Meskipun tidak bisa meningkatkan kualitas air, tapi jamur ini bisa menjadi salah satu pakan alami utama burayak. Di fase burayak yang masih lemah ini, butuh perhatian khusus untuk mengganti air agar tidak menyebabkan perubahan temperatur air yang drastis ataupun arus air yang terlalu deras. Tuangkan air ke dalam kolam secara pelan dan bertahap. Jika memungkinkan, gantilah air setengah kolam saja secara disiplin.

D. Pemilihan Burayak

Burayak yang sudah sepanjang 1,5 cm sudah bisa memasuki fase penyortiran (pemilihan). Silakan ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Setelah beberapa kali mengangkat burayak dengan saringan nilon, jumlah burayak yang tersisa di kolam pasti tinggal sedikit. Angkat sisa burayak yang masih ada di kolam bersama dengan airnya.
  2. Angkat sisa burayak ini dengan menggunakan sendok, gayung, mangkuk tembikar atau alat lain yang berbahan plastik. Jangan menggunakan saringan.
  3. Pisahkan burayak yang memiliki sirip anal jelek ataupun penampilan fisik yang tidak bagus pertama kali; misalnya burayak yang memiliki ekor tunggal, ekor bercabang, ekor yang kusut, dan tubuh yang bengkok. Pilih burayak yang memiliki penampilan berwarna kehijauan dan calico pada fase ini.
  4. Burayak pilihan ini harus dipelihara lagi. Ketika burayak ini sudah sepanjang 2-3 cm, ini adalah fase penyortitan (pemilihan) kedua. Pisahkan burayak yang memiliki bentuh tubuh tidak normal dan yang berwarna pucat (agak putih). Ketika burayak sudah sepanjang 5 cm atau 6 cm, burayak dengan sirip anal tunggal dan tubuh normal yang agak panjang, burayak dengan tulang punggung yang terlihat kokoh dan keras; merupakan calon Maskoki berkualitas. Ambil dan kembangkan burayak ini secara terpisah.

Hatching Eggs and Cultivating Fry

Fertile goldfish eggs, whose membrane rapidly absorbs water and becomes bulgy. Appearing light yellow and slightly transparent, eggs come into the stage of embryo developing. Unfertilized eggs turn opaque even milky. They can't be hatched.

A. Factors Influncing Incubation

The incubation period and the rate of emergency are effected to a great extent by outer environment, particularly water temperature. Hatching temperature of goldfish ranges from 18 to 30 degree centigrade, the stage from 18 to 22 degree centigrade proves to be the optimum, under this circumstance, fertile eggs can get rid of their membrane hatched for 3-4 days. At a colder temperature the incubation time lengthens and shortens at a warmer temperature. Much too quick or slow development is harmful to the fertile eggs, which will give more occurrence chances to the deformed goldfish also lower their survival rate. In the course of incubation, extreme temperature disturbances will bring disaster to the fertile eggs in growth----mass mortality will appear. Besides appropriate water temperature, high dissolved oxygen and proper PH are all necessary parts of the outer environment under which fertile eggs develop smoothly.

B. Attention Paid Taken In The Incubation Process

Transfer fertile eggs to nursery ponds for further incubation within 1-2 hours after collecting, meanwhile, keep temperature disturbances no more than 2 degree centigrade. Keep property of water in the nursery fresh and high dissolved oxygen. Leave no enemy life form in the pond. During the incubation period, no turning nursery tanks. Make sure the tanks and fertile eggs are immersed in water. Don't take fish fry out of tanks until 1-2 days after yolk sacs disappeared and all fry can swim freely (named "leaving tanks"). In the incubation process, don't change the water also not stir up property of water so as to avoid affecting embryo development and cause fry deformed or dead.

C. Fry Management

Leaving nursery tanks, fry should be fed with nourishment gradually from endogenous to exterior. So it becomes very important in the fry time to strengthen the management, introduce fresh water, and steadily give enough food. Feeding begins with all fry coming out of tanks. Cultivated or natural plankton is thought to be the best first food for young fry. Man-made fish food can be the substitute. About a week after fry's horizon swimming, feed eel meal to them six or seven times a day. Feeding starts at the edge of ponds then to the middle. Remember not to overfeed. Otherwise, remained food will seriously pollute the water and affect fry's health and survival. During the second week after fry coming out of tanks, live daphnia is available for fry, 3 to 4 times a day. From the third week on, fry come to become bigger. Bloodworms are suitable for fry, if possible, feed as much as you can, which plays a vital role in fry's development. Water quality should never be ignored at this time. Keep water fresh and high quality. Try to cultivate life-helping fungus in the hatchery, which can't only improve the water quality but also be the first food. Slowly infuse water into ponds by stages, when fry are still weak, changing water should be paid great attention so as not to stimulate them because of the factors of water stream or water temperature changes. If it is necessary to change water partly, slowly release water with pipe packed by gauze with small meshes (50 meshes) to prevent fry from losing.

D. Fry Selection

Option out the fry when they grow 15mm long according to the following steps: 1. After several picking-ups with nylon net (50 meshes), the number of fry in the pond decreases, scoop up the rest with water. 2. Scoop up with plastic basis or pottery bowl not fish net. 3. Discard fry with bad anal fins or ugly appearance for the first time, such as single tail, airplane tail, treble tail and bent body. Choose those with normal green scale from calico. 4. When fry become 20 or 30 mm long, it is time for the second selection. Throw away the abnormal bodies and white bodies according to the standards of different varieties, shape characters. When they are 50 or 60mm long, single out longish fry with normal shape, strong peduncle to cultivate big and high quality goldfish, if possible, separately breed them. Dispose the bodies falling short of standard.

My Great Web page